Memahami Asesmen Kompetensi
Apakah kamu merupakan seorang karyawan dan pernah mengikuti asesmen kompetensi? Mengapa sebuah perusahaan melakukan asesmen kompetensi untuk karyawannya? Apa manfaatnya untuk perusahaan?
Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai asesmen kompetensi, kita perlu mengetahui makna dari kata “kompetensi” pada kata asesmen kompetensi. Secara umum, kompetensi yang dimaksud di sini adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki seseorang, meliputi sekumpulan pengetahuan, keterampilan dan sikap, karakteristik atau perilaku yang diperlukan untuk dapat melakukan tugas di pekerjaan dengan baik. Agar lebih gampang diingat, sering disingkat menjadi KSA: Knowledge, Skills & Attitude atau Personal Attribute.
Kompetensi ini dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kompetensi teknis dan kompetensi non-teknis.
- Kompetensi teknis ini merupakan pengetahuan, keterampilan dan perilaku spesifik yang dibutuhkan dalam bidang atau fungsi kerja tertentu.
- Kompetensi non-teknis merupakan kualitas personal yang bisa membedakan mereka yang unggul di pekerjaannya, dengan yang biasa-biasa saja.
Langkah awal untuk mengembangkan kompetensi adalah dengan melakukan asesmen kompetensi, yang berguna untuk mengidentifikasi dan membandingkan antara kompetensi yang dimiliki dengan standar kompetensi jabatannya. Standar kompetensi dapat berbeda karena dibuat sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut.
Untuk apa dilakukan asesmen kompetensi?
- Sebuah perusahaan melakukan asesmen kompetensi untuk melihat kompetensi mana yang sudah sesuai dengan standar kompetensi atau belum.
- Selain itu, dapat melihat gap atau kesenjangan antara kompetensi aktual yang sudah dimiliki seorang pekerja dengan standar yang diharapkan, untuk kemudian dilakukan pengembangan kompetensi.
Terdapat beberapa metode asesmen kompetensi yang biasa dipakai oleh perusahaan. Berikut beberapa metodenya:
- Self-Assessment
Self-assessment (penilaian diri) merupakan metode yang bisa memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menilai diri mereka sendiri terhadap model kompetensi yang dapat diukur. Self-assessment memungkinkan seseorang merefleksikan kekuatan dan kelemahannya sambil memahami bidang-bidang yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut, agar sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Namun, self-assessment tidak dapat memberikan penilaian yang akurat sehingga harus digunakan bersamaan dengan penilaian lainnya.
- Interview
Dalam interview berbasis kompetensi, interviewer memiliki daftar pertanyaan yang masing-masing berfokus pada keterampilan tertentu, dan jawaban karyawan akan dibandingkan dengan kriteria yang ditentukan untuk diberi nilai yang sesuai. Hal ini didasarkan pada prinsip “perilaku masa lalu merupakan indikator terbaik untuk kinerja di masa depan.” Wawancara berbasis kompetensi biasanya lebih sistematis, dan setiap pertanyaan menargetkan keterampilan yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan.
- 360-Degree Assessment
Metode ini memungkinkan perusahaan untuk memahami kompetensi karyawannya melalui penilaian diri dan evaluasi dari orang-orang yang bekerja dengan karyawan tersebut, misalnya manajer, bawahan, rekan kerja, dan klien, yang biasanya diambil melalui kuesioner.
- Psikotes
Psikotes dapat mengukur berbagai hal yang dimiliki karyawan, misalnya dalam tingkat kemampuan, kemampuan analisis, konsentrasi, dan kecepatan reaksi. Ada beberapa jenis tes yang berbeda: substantif (pengetahuan, bahasa, keterampilan), kompetensi, situasional, dan psikometrik (ciri-ciri individu, interpretasi psikologis).
Lalu ada pertanyaan yang sering ditanyakan, “Apakah ada hal yang perlu disiapkan untuk mengikuti asesmen kompetensi?”
Sebaiknya kamu mempersiapkannya dari jauh-jauh hari untuk mengikuti asesmen kompetensi, bukan baru bersiap-siap pada saat mau ikut asesmennya aja. Bagaimana caranya? Berikut tips dari kami:
- Pahami tuntutan kompetensi di pekerjaan kita saat ini
Caranya dengan mempelajari standar kompetensi yang berlaku di organisasi atau perusahaan kamu. Jika belum ada standarnya, kamu dapat menanyakan kepada atasan tentang kompetensi yang diharapkan.
- Pahami diri kita sendiri
Apa yang menjadi kekuatan kita? Kompetensi mana yang perlu dikembangkan? Jangan segan untuk meminta feedback dari atasan atau dari rekan kamu.
- Kuasai bidang tugas yang menjadi tanggung jawab kita
Jadilah expert atau yang terbaik dalam pekerjaan kita saat ini. Kamu dapat menguasai pengetahuan dan skills yang berhubungan dengan pekerjaan saat ini, dan kembangkan karakteristik pribadi yang membuat kita unggul di pekerjaan kita. Kerjakan tugas-tugas kita sebaik mungkin.
- Do the extra mile!
Jangan hanya melakukan tugas rutin atau sebatas apa yang disuruh atasan aja, but please “do the extra mile”. Tunjukkan kalau kamu punya kemampuan lebih dan bisa mencapai lebih dari yang diharapkan. Ambil inisiatif untuk melakukan improvement di pekerjaan, tentunya yang masih dalam batas wewenang kamu.
Untuk Sahabat Hantari yang akan mengikuti asesmen kompetensi, semoga semoga artikel ini bermanfaat dan mendapat hasil yang terbaik ya!
Hubungi Hantari Consulting untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar layanan asesmen kompetensi, training pengembangan diri, coaching, dan konseling melalui WA 0821-2461-1618
Ditulis oleh:
Hesti Nur Lestari, MBA., Psikolog (Founder Hantari Consulting & Psikolog yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang Asesmen Psikologi)
#hantari
#onlineassessment
#psikotesonline
#tesminatbakat
#tespsikologionline
#konselingonline
#wellbeing
#stayhappy
#mentalhealth
#asesmenkompetensi
#assessment
#competency